MAKALAH
PENJADWALAN PROSES
MATA KULIAH SISTEM OPERASI
DISUSUN OLEH :
1. SAID ABDUR ROHIM (8020150136)
KELAS 01PT2
SEKOLAH
TINGGI ILMU KOMPUTER (STIKOM)
YAYASAN
DINAMIKA BANGSA JAMBI
TAHUN
AKADEMIK 2015/2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya
kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah ini, yang
alhamdulillah selesai tepat pada waktunya. Makalah ini berjudul “Sistem Operasi”
Diharapkan
Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang penulisan
karya ilmiah yang baik. Kami menyadari bahwa makalah ini masih tidak jauh dari
sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat
membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata
kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam
penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Tuhan Yang Maha Esa
senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pada bab ini akan diuraikan secara umum tentang konsep penjadwalan proses seperti konsep dasar penjadwalan, kriteria penjadwalan, dan algoritma penjadwalan.
Penjadwalan proses yaitu kumpulan kebijaksanaan dari mekanisme sistem operasi yang berkaitan dengan urutan kerja yang di lakukan oleh sistem komputer.
Adapun tugas penjadwalan yaitu untuk memutuskan:
1. Proses yang harus berjalan
2. Kajian dan selama berapa lama proses itu bekerjan
B. TUJUAN PERMASALAHAN
Setelah mempelajari materi dalam bab ini, pembaca diharapkan mampu
1. Memahami tentang konsep dasar penjadwalan CPU
2. Memahami kriteria yang diperlukan untuk penjadwalan CPU
3. Memahami beberapa algoritma penjadwlan CPU yang terdiri atas algoritma First Shortest JOB first. Priority dan Round Robin
BAB
II
PEBAHASAN
PENJADWALAN PROSES
Penjadwalan berkaitan dengan permasalahan memutuskan
proses mana yang akan dilaksanakan dalam
suatu sistem. Proses yang belum mendapat jatah alokasi dari CPU akan mengantri
di ready queue. Algoritma penjadwalan berfungsi untuk menentukan proses manakah
yang ada di ready queue yang akan dieksekusi oleh CPU.
Pengertian dan Sasaran
Penjadwalan Proses
Penjadwalan proses
merupakan kumpulan kebijaksanaan dan mekanisme di sistem
operasi
yang berkaitan dengan urutan kerja yang dilakukan sistem komputer.
Adapun
penjadwalan bertugas memutuskan :
a. Proses yang harus berjalan
b. Kapan dan selama berapa lama proses itu berjalan
Kriteria
untuk mengukur dan optimasi kinerja penjadwalan :
a. Adil (fairness)
Adalah proses-proses yang diperlakukan sama, yaitu
mendapat jatah waktu
pemroses yang sama dan tak ada proses yang tak
kebagian layanan pemroses
sehingga mengalami kekurangan waktu.
b. Efisiensi (eficiency)
Efisiensi atau utilisasi pemroses dihitung dengan
perbandingan (rasio) waktu
sibuk pemroses.
c. Waktu tanggap (response
time)
Waktu tanggap berbeda untuk :
1.
Sistem interaktif
Di definisikan sebagai waktu
yang dihabiskan dari saat karakter terakhir dari
perintah dimasukkan atau
transaksi sampai hasil pertama muncul di layar.
Waktu tanggap ini disebut
terminal response time.
2.
Sistem waktu nyata
Didefinisikan sebagai waktu dari saat kejadian
(internal atau eksternal) sampai
instruksi pertama rutin layanan yang dimaksud
dieksekusi, disebut event
response time.
Sasaran penjadwalan adalah meminimalkan waktu
tanggap.
d. Turn around time
Yaitu waktu yang yang dihabiskan dari saat program
(job) mulai masuk ke system
sampai proses diselesaikan system.
Turn
around Time = Waktu eksekusi + Waktu
Menunggu
Sasaran penjadwalan adalah meminimalkan turn around
time.
5. Throughput
Yaitu jumlah kerja yang dapat diselesaikan dalam
satu unit waktu. Sasaran penjadwalan
adalah memaksimalkan jumlah job yang diproses per
satu interval waktu.
Kriteria-kriteria
tersebut saling bergantung dan dapat pula saling bertentangan sehingga tidak
dimungkinkan optimasi semua kriteria secara simultan.
Contoh
:
untuk memberi waktu
tanggap kecil memerlukan penjadwalan yang sering beralih ke antara
proses-proses itu. Cara ini meningkatkan overhead sistem dan mengurangi
throughput.
Oleh
karena itu dalam menentukan kebijaksanaan perancangan penjadwalan sebaiknya
melibatkan kompromi diantara kebutuhan-kebutuhan yang saling bertentangan.
Kompromi ini tergantung sifat dan penggunaan sistem komputer.
Sasaran
penjadwalan berdasarkan kriteria-kriteria optimasi tersebut :
a.
Menjamin tiap proses mendapat pelayanan dari
pemroses yang adil.
b.
Menjaga agar pemroses tetap dalam keadaan sibuk sehingga
efisiensi mencapai maksimum. Pengertian sibuk adalah pemroses tidak menganggur,
termasuk waktu yang dihabiskan untuk mengeksekusi program pemakai dan sistem
operasi.
c.
Meminimalkan waktu tanggap.
d.
Meminimalkan turn arround time.
e.
Memaksimalkan jumlah job yang diproses persatu
interval waktu. Lebih besar angka throughput, lebih banyak kerja yang dilakukan
sistem.
TipeTipe Panjadwalan
1.
Penjadwalan jangka pendek
2.
Penjadwalan jangka menengah
3.
Penjadwalan jangka panjang

1. Penjadwalan jangka pendek
Bertugas
menjadwalkan alokasi processor di antara prosesproses ready di memori utama.
Sasaran
utama penjadwalan : memaksimumkan kinerja untuk memenuhi satu kumpulan
Kriteria
yang diharapkan.
2. Penjadwalan jangka
menengah
Setelah
eksekusi selama suatu waktu, proses mungkin ditunda, proses proses tertunda
tak dapat membuat suatu kemajuan menuju selesai sampai kondisikondisi yang
menyebebkan tertunda dihilangkan.
Agar
ruang memori dapat bermanfaat. Beberapa proses dipindahkan dari memori utama ke
memori sekunder. Aktifitas pemindahan proses yang tertunda ini disebut
swapping. Penjadwalan jangka menengah menangani prosesproses swapping.
3. Penjadwalan jangka
panjang
Penjadwalan
jangka panjang bekerja terhadap antrian batch dan memilih batch berikutnya yang
harus dieksekusi.
Batch
adalah prosesproses dengan penggunaan sumber daya intensif (waktu processor, memori, perangkat
Input/output) dan biasanya berprioritas rendah.
Preemptive Shortest Job First ( PSJF )
Preemptive Shortest Job First (PSJF) disebut juga sebagai Shortest
Remaining Time First. PSJF merupakan penjadwalan dengan prioritas dan
dengan preempsi. Prioritas didasarkan kepada pendeknya sisa proses. Makin
pendek sisa proses makin tinggi prioritasnya. Selanjutnya dengan ketentuan ini,
ketika tiba, proses terpendek di bagian belakang antrian tidak saja berpindah
ke bagian depan antrian, melainkan juga melalui preempsi, mengeluarkan proses
yang pada saat itu berada di dalam proses (jika ada).
Pada PSJF, jika ada proses yang sedang dieksekusi oleh CPU dan
terdapat proses di ready queue dengan burst time yang lebih kecil
daripada proses yang sedang dieksekusi tersebut, maka proses yang sedang
dieksekusi oleh CPU akan digantikan oleh proses yang berada di ready queue
tersebut. Beberapa istilah yang akan sering muncul :
- Process : Urutan proses yang akan dilakukan
- Arrival Time : Waktu kedatangan dari proses yang akan dilakukan
- Average Turn Around Time : Rata-rata waktu total yg dibutuhkan sebuah proses dari datang sampai selesai dieksekusi oleh CPU
- Burst Time: Waktu yg dibutuhkan untuk mengeksekusi sebuah proses
- Average Waiting Time: Rata-rata waktu yang dihabiskan proses selama berada pada status ready ( menunggu eksekusi CPU )
Misalnya ada 2 buah proses yang datang berurutan yaitu P1 dengan arrival
time pada 0.0 ms dan burst time 10 ms, P2 dengan arrival time
pada 2.0 ms dan burst time 2 ms.
|
Process
|
Arrival Time
|
Burst Time
|
|
P1
|
0.0
|
10
|
|
P2
|
2.0
|
2
|
waiting time PSJF nya :
P1 = 0 + ( 4 ms – 2 ms ) = 2 ms
P2 = 0
Average waiting time : (2 ms + 0 ms ) / 2 = 2 ms
Average turn around : (12 ms + 0 ) / 2 = 12 ms
Tabel Solusi
|
Process
|
Arrival Time
|
Burst Time
|
Waktu Mulai
|
Waktu selesai
|
Waiting Time
|
Turn Around
|
|
|
P1
|
0
|
10
|
0
|
12
|
2
|
12
|
|
|
P2
|
2
|
2
|
0
|
4
|
0
|
0
|
|
|
Average
|
2
|
12
|
|||||
FCFS / FIFO (FIRST IN
FIRST OUT)
FCFS/FIFO
bisa diartikan sebagai Proses yg tiba lebih dahulu akan dilayani lebih dahulu.Kalauada proses tiba pada waktu yg sama, maka
pelayanan mereka dilaksanakan melalui urutan mereka dalam antrian.Proses di
antrian belakang harus menunggu sampai semua proses di depannya selesai.Setiap
proses yang berada pada status ready dimasukkan ke dalam FCFS queue sesuai
dengan waktu kedatangannya.
Contoh
Soal :
Jika diketahui terdapat 5 macam antrian proses, yaitu A-B-C-D-E dengan waktu kedatangan semuanya 0-1-2-2-5. Lama proses berturut-turut antara lain: 5-2-6-8-3.
Jika diketahui terdapat 5 macam antrian proses, yaitu A-B-C-D-E dengan waktu kedatangan semuanya 0-1-2-2-5. Lama proses berturut-turut antara lain: 5-2-6-8-3.
Pertanyaan:
Kapan dimulainya eksekusi dari tiap-tiap antrian proses tsb?
Kapan selesai eksekusinya?
Hitung Turn Arround Time (TA)-nya?
Berata rerata TA?
Kapan dimulainya eksekusi dari tiap-tiap antrian proses tsb?
Kapan selesai eksekusinya?
Hitung Turn Arround Time (TA)-nya?
Berata rerata TA?
Rumus
TA = Waktu Tunggu + Lama Eksekusi
Rerata TA = ∑TA / ∑Job
Waktu Tunggu = Mulai Eksekusi – Waktu Tiba
TA = Waktu Tunggu + Lama Eksekusi
Rerata TA = ∑TA / ∑Job
Waktu Tunggu = Mulai Eksekusi – Waktu Tiba
Kelemahan
dari algoritma ini:
-Waiting time rata-ratanya cukup lama.
-Terjadinya convoy effect, yaitu proses-proses menunggu lama untuk menunggu 1 proses besar yang sedang dieksekusi oleh CPU.
* Algoritma ini juga menerapkan konsep nonpreemptive, yaitu setiap proses yang sedang dieksekusi oleh CPU tidak dapat di-interrupt oleh proses yang lain.
-Waiting time rata-ratanya cukup lama.
-Terjadinya convoy effect, yaitu proses-proses menunggu lama untuk menunggu 1 proses besar yang sedang dieksekusi oleh CPU.
* Algoritma ini juga menerapkan konsep nonpreemptive, yaitu setiap proses yang sedang dieksekusi oleh CPU tidak dapat di-interrupt oleh proses yang lain.
Round Robin (RR)
Merupakan
:
·
Penjadwalan yang paling tua, sederhana, adil,banyak
digunakan algoritmanya
dan mudah diimplementasikan.
·
Penjadwalan ini bukan dipreempt oleh proses lain
tetapi oleh penjadwal berdasarkan lama waktu berjalannya proses (preempt by
time).
·
Penjadwalan tanpa prioritas.
·
Berasumsi bahwa semua proses memiliki kepentingan
yang sama, sehingga tidak ada prioritas tertentu.
Semua
proses dianggap penting sehingga diberi sejumlah waktu oleh pemroses yang
disebut kwanta (quantum) atau time slice dimana proses itu berjalan. Jika
proses masih running sampai akhir quantum, maka CPU akan mempercepat proses itu
dan memberikannya ke proses lain.
Penjadwal
membutuhkannya dengan memelihara daftar proses dari runnable. Ketika quantum
habis untuk satu proses tertentu, maka proses tersebut akan diletakkan diakhir
daftar (list), seperti nampak dalam gambar berikut ini :

Algoritma
yang digunakan :
1.
Jika kwanta habis dan proses belum selesai, maka
proses menjadi runnable dan pemroses dialihkan ke proses lain.
2.
Jika kwanta belum habis dan proses menunggu suatu
kejadian (selesainya operasi I/O), maka proses menjadi blocked dan pemroses
dialihkan ke proses lain.
3.
Jika kwanta belum habis tetapi proses telah selesai,
maka proses diakhiri dan pemroses dialihkan ke proses lain.
Diimplementasikan
dengan :
1.
Mengelola senarai proses ready (runnable) sesuai
urutan kedatangan.
2.
Ambil proses yang berada di ujung depan antrian
menjadi running.
3.
Bila kwanta belum habis dan proses selesai, maka
ambil proses di ujung depan
antrian proses ready.
4.
Jika kwanta habis dan proses belum selesai, maka
tempatkan proses running ke
ekor antrian proses ready dan ambil proses di ujung
depan antrian proses ready.
Masalah
yang timbul adalah menentukan besar kwanta, yaitu :
·
Kwanta terlalu besar menyebabkan waktu tanggap besar
dan turn arround time rendah.
·
Kwanta terlalu kecil menyebabkan peralihan proses
terlalu banyak sehingga menurunkan efisiensi proses.
Switching
dari satu proses ke proses lain membutuhkan kepastian waktu yang digunakan
untuk administrasi, menyimpan, memanggil nilai-nilai register, pemetaan memori,
memperbaiki tabel proses dan senarai dan sebagainya. Mungkin proses switch ini
atau konteks switch membutuhkan waktu 5 msec disamping waktu pemroses yang
dibutuhkan untuk menjalankan proses tertentu.
Dengan
permasalahan tersebut tentunya harus ditetapkan kwanta waktu yang optimal
berdasarkan kebutuhan sistem dari hasil percobaan atau data historis. Besar
kwanta waktu beragam bergantung beban sistem. Apabila nilai quantum terlalu
singkat akan menyebabkan terlalu banyak switch antar proses dan efisiensi CPU
akan buruk, sebaliknya bila nilai quantum terlalu lama akan menyebabkan respon
CPU akan lambat sehingga proses yang singkat akan menunggu lama.
Sebuah
quantum sebesar 100 msec merupakan nilai yang dapat diterima.
Penilaian
penjadwalan ini berdasarkan kriteria optimasi :
v
Adil
Adil bila dipandang dari persamaan pelayanan oleh
pemroses.
v
Efisiensi
Cenderung efisien pada sistem interaktif.
v
Waktu tanggap
Memuaskan untuk sistem interaktif, tidak memadai
untuk sistem waktu nyata.
v
Turn around time
Cukup baik.
v
Throughtput
Cukup baik.
Penjadwalan
ini :
a.
Baik untuk sistem interactive-time sharing dimana
kebanyakan waktu dipergunakan menunggu kejadian eksternal.
Contoh : text editor,
kebanyakan waktu program adalah untuk menunggui keyboard, sehingga dapat
dijalankan proses-proses lain.
b.
Tidak cocok untuk sistem waktu nyata apalagi
hard-real-time applications.
Contoh
Round Robin Scheduling : 

BAB
III
PENUTUP
PENUTUP
A. Kesimpulan
Penjadwalan proses yaitu kumpulan kebijaksanaan dari mekanisme sistem operasi yang berkaitan dengan urutan kerja yang di lakukan oleh sistem komputer.
Pada sistem komputer terdapat beberapa bentuk penjadwalan : admission (pintu masuk kesistem ), memori, dan CPU scheduler
Penjadwalan CPU menyangkut penentuan proses-proses yang ada dalam ready queue yang di alokasikan pada CPU.
B. Saran
Adapun yang menjadi saran kami di dalam penulisan makalah ini,kami sangat mengharapkan agar dapat memberikan penjelasan mengenai penjadwalan proses,di era sekarang dalam upaya meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap materi yang di terapkan dalam dunia pebdidikan, setidaknya makalah ini dapat memberikan gambaran atau garis besar yang mengenai penjadwalan proses hingga dapat menjawab apa yang menjadi penghalang dalam peningkatan mutu pendidikan. Muda-mudahan makalah ini dapat memenuhi fungsinya serta bermanfaat bagi kita semua dalam aspek pendidikan. Tak lupa saran dan kritik yang bersifat membangun dari dosen pembimbing dan teman-teman yang sangat kami harapkan guna penyempurnaan makalh berikut nya.
DAFTAR PUSTAKA
http://padjefadishaydan.blogspot.co.id/2011/12/tugas-sistem-operasi-penjadwalan-proses.html
Ariyus. Dony. 2006. Computer Security, Yogyakarta:Penerbit ANDI.
Ariyus. Dony. 2005. Kamus Hacker. Yogyakarta: penerbit ANDI.
Ariyus. Dony. 2008 Ppengantar Ilmu Kriptografi Teori, Analisis, Dan Implementasi. Yogyakarta: Penerbit ANDI.
Bach, Maurice J. 1986. Design of UNIX Operating System. US: Prentice Hall.
Bob DuCharme. 2001. The Operating System Handbook or. Fake Your Way Through Minis and Mainframes. Singapure: McGraw- Hill Book Co.
Bill Venners. 1998. Inside the Java Virtual Machine, Singapure:McGraw-Hill Book Co.
Deitel, Harvey M. 2004. Operating System. 3th Edition Massachusetts: Addison- Wesley Publshing Company.
Gary B. Shelly. 2007. Discovering Computers: Fundamentals. USA: Thomsons & Thomson.
Gollman, Dieter. 1999. Computer Security, Canada: John willey & son Inc.
Ghrossans, D. 1986, File System: Design and Implementation. New Jersey: Prentice-hall Inc.
Harvey M. Deitel & Paul J. Deitel. 2005. Java How To Program, Sixth Editionn New Jersey: Pretince Hall.
http://padjefadishaydan.blogspot.co.id/2011/12/tugas-sistem-operasi-penjadwalan-proses.html
Ariyus. Dony. 2006. Computer Security, Yogyakarta:Penerbit ANDI.
Ariyus. Dony. 2005. Kamus Hacker. Yogyakarta: penerbit ANDI.
Ariyus. Dony. 2008 Ppengantar Ilmu Kriptografi Teori, Analisis, Dan Implementasi. Yogyakarta: Penerbit ANDI.
Bach, Maurice J. 1986. Design of UNIX Operating System. US: Prentice Hall.
Bob DuCharme. 2001. The Operating System Handbook or. Fake Your Way Through Minis and Mainframes. Singapure: McGraw- Hill Book Co.
Bill Venners. 1998. Inside the Java Virtual Machine, Singapure:McGraw-Hill Book Co.
Deitel, Harvey M. 2004. Operating System. 3th Edition Massachusetts: Addison- Wesley Publshing Company.
Gary B. Shelly. 2007. Discovering Computers: Fundamentals. USA: Thomsons & Thomson.
Gollman, Dieter. 1999. Computer Security, Canada: John willey & son Inc.
Ghrossans, D. 1986, File System: Design and Implementation. New Jersey: Prentice-hall Inc.
Harvey M. Deitel & Paul J. Deitel. 2005. Java How To Program, Sixth Editionn New Jersey: Pretince Hall.


0 Response to " "
Posting Komentar